Minggu, 17 Februari 2013

SENSASI KULINER PONTIANAK

Menyebut nama Pontianak ternyata tidak hanya bubur pedas, jeruk dan pisang gorengnya saja yang terkenal. Ada makanan khas lainnya yang patut di cicipi. Perjalanan kami ke Pontianak dan Singkawang mencoba menyusuri aneka santapan khas yang istimewa.
Sensasi kuliner di Pontianak memang kaya rasa dan mengasyikan. Betapa tidak, dari kultur yang berbeda namun hidup saling berdampingan dapat memberi warna terhadap aneka kuliner di Pontianak dan Singkawang. Mereka adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Melayu dan Dayak.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah menikmati malam pertama di Pontianak. Salah satu area kuliner di kota Pontianak saat menjelang malam adalah sepanjang jalan Gajah Mada yang merupakan kawasan Pecinan. Setiap malam selalu berderet aneka penjual makanan khas terutama makanan khas Tionghoa. Banyak pula terdapat warung kopi yang digemari kaum muda. Pasalnya, selain dilengkapi dengan musik dari CD, terdapat pula siaran televisi kabel yang dipancarkan melalui proyektor. Belum lagi fasilitas wi fi yang sering dimanfaatkan mahasiswa.
Kami sempat mencoba disalah satu resto yang menawarkan makanan daging tupai, ular dan labi-labi. Kami memesan menu makanan daging tupai dan labi-labi. Labi-labi adalah sejenis kura-kura air tawar yang memiliki tempurung bulat polos. Hidungnya runcing dan warnanya tubuhnya hijau cerah (kalau muda) dan kecoklat-coklatan (kalau tua). Daging labi-labi yang kenyal dan kaya lemak ini disajikan dengan dengan kuah manis panas dengan bumbu jahe dan rasanya manis seperti semur. Sementara daging tupai goreng ini disajikan bersama dengan kuah kental yang manis.

1 komentar: