Menyebut nama Pontianak ternyata tidak hanya bubur pedas, jeruk
dan pisang gorengnya saja yang terkenal. Ada makanan khas lainnya yang
patut di cicipi. Perjalanan kami ke Pontianak dan Singkawang mencoba
menyusuri aneka santapan khas yang istimewa.
Sensasi kuliner di Pontianak memang kaya rasa dan mengasyikan. Betapa
tidak, dari kultur yang berbeda namun hidup saling berdampingan dapat
memberi warna terhadap aneka kuliner di Pontianak dan Singkawang. Mereka
adalah masyarakat keturunan Tionghoa, Melayu dan Dayak.
Langkah pertama yang kami lakukan adalah menikmati malam
pertama di Pontianak. Salah satu area kuliner di kota Pontianak saat
menjelang malam adalah sepanjang jalan Gajah Mada yang merupakan kawasan
Pecinan. Setiap malam selalu berderet aneka penjual makanan khas
terutama makanan khas Tionghoa. Banyak pula terdapat warung kopi yang
digemari kaum muda. Pasalnya, selain dilengkapi dengan musik dari CD,
terdapat pula siaran televisi kabel yang dipancarkan melalui proyektor.
Belum lagi fasilitas wi fi yang sering dimanfaatkan mahasiswa.
Kami sempat mencoba disalah satu resto yang menawarkan
makanan daging tupai, ular dan labi-labi. Kami memesan menu makanan
daging tupai dan labi-labi. Labi-labi adalah sejenis kura-kura air tawar
yang memiliki tempurung bulat polos. Hidungnya runcing dan warnanya
tubuhnya hijau cerah (kalau muda) dan kecoklat-coklatan (kalau tua).
Daging labi-labi yang kenyal dan kaya lemak ini disajikan dengan dengan
kuah manis panas dengan bumbu jahe dan rasanya manis seperti semur.
Sementara daging tupai goreng ini disajikan bersama dengan kuah kental
yang manis.
enak tu,,,
BalasHapus